Kamis, 02 Juli 2015

Tugas Softkill 4 PKN Tentang Berandai-Andai Menjadi Presiden

TUGAS SOFTSKILL : JIKA MENJADI PRESIDEN

Walaupun saya tidak punya keinginan untuk menjadi presiden karena hal itu sangat merepotkan mengurus negara, rakyat, pertemuan-pertemuan dengan negara lain dan lainnya. Dalam tugas ini  saya akan ber andqaia- andai jika saya menjadi presiden suatu saat nanti.

Jika saya menjadi presiden suatu saat nanti hal pertama yang saya benahi adalah pendidikan. Karena pendidikan hal yang dapat mengubah segala aspek seperti kemiskinan dan pengangguran. Saya akan mengupayakan untuk semua sekolah yang ada di indonesia baik sekolah swasta atau negri, atau universitas diusahakan bebas biaya dari biaya apapun untuk kegiatan sekolah. Dan tidak memandang golongan ekonomi rendah atau mapan semua harus disama ratakan guna mendapat pendidikan yang sama rata. Sehingga mencari pekerjaan pun mudah, dan kalau bisa masyarakat indonesia melalui pendidikan disekolahnya  mendapatkan pelatihan guna menambah skill. Tentunya hal ini harus disetarakan juga dengan fasilitas yang memadai untuk murid serta para pengajar yang berpengalaman, dan metode belajar yang memfokuskan untuk mengembangkan bakat masyarakat indonesia sendiri.

Lalu hal yang saya akan lakukan lagi adlaah saya akan menjamin masyarakat indonesia mendapatkan fasilitas kesehatan. Dalam hal ini saya akan memberikan rumah sakit keringanan biaya untuk segala golongan masyarakat dan memperbaiki fasilitas dari segi infrastruktur rumah sakit maupun obat obatan.  Serta menjamin kestabilan rupiah dan harga barang tidak cepat naik. Serta saya akan membenahi infrastruktur di indonesia mulai dari angkutan umum yang harus diberikan kenyamanan baik bagi pemakai maupun bagi pemilik atau supir kendaraan. Serta memperbanyak angkutan umum guna untuk mengurangi kemacetan, memperluas jalan di sekitar jalan protokol yang sering terjadi kemacetan, lalu memperlebar trotoar untuk pejalan kaki serta untuk pengendara sepeda. Lalu membuat suatu lapak untuk para pedagang kaki lima jadi tidak ada lagi pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir trotoar. Membuat gedung parkir di jalan yang sekiranya ramai dikunjungi supaya tidak ada yang parkir sembarangan dan tertib.

Oh ya saya akan menggalakan ekspor dari indonesia. Karena itu bisa menjadi pemasukan negara dan meninggikan pajak barang impor. tentunya harus disesuaikan dengan kualitas barang indonesia yang harus diperbaiki lagi. Karena banyak potensi yang dimiliki masyarakat indonesia yang baik untuk di ekspor dan saya akan membantu untuk mengembangkannya. Dan saya ingin mengadakan “surat untuk presiden” jadi ada hari yang diperbolehkan masyarakat indonesia membuat surat untuk disampaikan kepada presiden mengenai keluh kesah di dalam masyarakat atau dalam fasilitas fasilitas di negri ini. Mungkin itu sulit di capai karena presiden amatlah sibuk tetapi pasti sangat amat bijak bila presiden meluangkan waktunya untuk para rakyatnya supaya untuk mengetahuin bagaiman hidup mereka yang sebenarnya.

Dari semua keinginan diatas, masih banyak yang tidak saya jabarkan. Masih ada banyak hal bahkan lebih banyak hal yang ingin saya ubah dari negara ini. Tentu memang tidak mudah dan butuh proses. Mungkin jika saya menjadi presiden saya akan menaikkan pajak lebih tinggi untuk mendapatkan pemasukan negara. Tetapi menurut saya, apa salahnya kita membayar pajak tinggi tetapi semua fasilitas untuk masyarakat terpenuhi? Saya pikir tidak masalah asalkan semua fasilitas terpenuhi.


Kamis, 11 Juni 2015

Tugas Softskill 3 PKN Tentang Sistem Pertahanan Negara Di Indonesia

Pemerintah Perlu Tingkatkan Pertahanan Cyber Nasional



Rabu,  20 Mei 2015  −  15:05 WIB

JAKARTA - Zaman yang makin terkoneksi satu sektor dengan sektor lainnya membutuhkan pengamanan yang kuat. Pakar keamanan cyber Pratama Persadha meminta pemerintah terus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap serangan cyber.

“Pemerintah Presiden Jokowi sejak kampanye sampai awal memerintah, mendorong percepatan pembangunan dengan e-Government. Itu sangat bagus, tapi butuh pengamanan yang sangat ekstra,” jelasnya. Menurut ketua lembaga riset keamanan cyber CISSReC ini, kondisi keamanan cyber di Indonesia masih sangat memprihatinkan. “Mengamankan dunia cyber Indonesia tidak hanya dengan memakai teknologi anti virus atau memakai enkripsi, tapi memastikan teknologi yang dipakai benar-benar aman,” terang Pratama.

Dia menambahkan, selama ini pemerintah belum menyentuh masalah utama, yaitu manusia dan teknologinya. “Kita tidak bisa selamanya hanya membeli alat dan software dari asing, kita harus bisa membuat dan memberdayakan SDM lokal,” tegas Pratama. Menurutnya, akan jauh lebih aman dan menguntungkan bila pemerintah bisa membeli maupun mengembangkan SDM dan produk dalam negeri. “China contohnya, mereka memakai produk dalam negeri untuk media sosial dan pertahanan digital, karena tahu produk asing pastilah sudah dibuat celah keamanan atau bahkan dipasang penyadap,” terang Pratama.

Pratama menegaskan, bahwa sebuah negara yang tidak mampu merahasiakan informasi strategisnya seperti tidak mempunyai kemerdekaan. “Sekarang era perang informasi, ga perlu lagi menjajah secara fisik. Asing bisa mudah saja mendikte kebijakan kita dari meja kerja mereka, bila setiap informasi penting dan rahasia bisa mereka ketahui,” jelasnya.

Peristiwa penyerangan website Paspampres beberapa waktu lalu menjadi peringatan bagi pemerintah. “Deface di web Paspampres hanya serangan yang terlihat. Serangan cyber yang hebat itu tak terdeteksi, tapi berhasil mencuri tanpa disadari,” pungkas Pratama.



Kesimpulan Dari Isi Berita: Dari berita diatas dapat saya simpulkan bahwa pemerintah harus mampu lebih mengamankan inforrmasi penting yang ada di negara kita. Dengan mencegah negara lain meretas pertahanan negara indonesia melalui teknologi yang sudah berkembang pesat. Dengan melindungi informasi dalam negara maka kita tidak mudah dijatuhkan oleh negara lain. Pakar keamanan cyber pratama pun setuju kita harus memberdayakan sdm dalam negeri untuk membantu mencegah para hacker luar negri meretas informasi di indonesia

Analisis: Dari tema tugas softskill "Sistem Pertahanan Negara Di Indonesia" saya mengambil tema ini yaitu "Sistem Pertahanan Negara Indonesia Di Bidang Teknologi Informasi". Dari berita diatas saya sangat setuju dengan yang dikatakan pratama persadha. Meskupipun saya tidak terlalu mengerti tentang teknologi ini, tetapi pertahanan indonesia di bidang teknologi dan informasi harus ditingkatkan lagi. Karena kita bisa “terjajah secara halus” atau dalam artian kelemahan yang indonesia punya atau informasi penting yang ada diindonesia akan dipergunakan untuk melawan indonesia secara halus oleh luar negri. Karena di era cyber sekarang ini pasukan militer bukan lagi hal pertama yang harus diperhatikan, tetapi juga pasukan maya sangat penting . Bisa menjadi pelajaran dari kejadian penyadapan telepon SBY oleh pihak negara Australia. Itu merupakan kejahatan yang harusnya ditindak lanjuti. Karena sistem teknologi informasi sekarang sudah semakin maju dan bisa saja indonesia makin terpuruk karena penjajahan informasi ini.

Saran dalam masalah tersebut: Saya juga sangat setuju oleh berita diatas. Sebaiknya dari masalah ini kita harus bisa menciptakan software sendiri yang mencegah pihak luar masuk kedalam sistem indonesia, dan memberdayakan sdm negara sendiri karena banyak mahasiswa-mahasiswa yang ahli dalam bidang IT. Kalo untuk membeli software dari luar negri saya pun ragu mereka tidak memasang alat didalam software itu untuk memata matai indonesia sendiri. Serta mencegah virus-virus dari luar negeri yang merupakan senjata mereka untuk melemahkan pertahanan indonesia. Sistem pertahanan indonesia di bidang ini harus kita tingkatkan lagi khususnya untuk informasi penting agar kita tidak mudah dijatuhkan oleh negara lain.


Kamis, 30 April 2015

Tugas Softskill PKN 2 Tentang Kerjasama Indonesia Dengan Negara Asing

Masyarakat Ekonomi ASEAN, Mitos Dan Kecemasan

Ribuan petani dan pekerja kebun tebu serta karyawan pabrik gula seluruh Jawa Timur serta Jawa Tengah dan Jawa Barat melakukan aksi dijalan Pahlawan, Surabaya, Selasa (21/12). Aksi ini sebagai bentuk penolakan para petani tebu terhadap rencana Menteri Perdagangan yang akan membebaskan peredaran gula rafinasi yang berasal dari gula mentah impor.


TEMPO.CO, Bandung- Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan melakukan penelitian mengenai kesiapan masyarakat Indonesia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan mulai berlaku akhir 2015.

"Beberapa bulan ke depan kami akan meneliti sejauh mana kesiapan para pelaku usaha di Indonesia menyongsong MEA, sehingga nantinya bisa tahu sektor apa yang siap dan yang tidak siap" ujar Kepala BPPK Kemenlu, Darmansjah Djumala dalam Diskusi Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri di Universitas Parahyangan, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, pada Rabu, 18 Februari 2015.

Menurut Darmansjah, hasil penelitian itu akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah Indonesia mengenai strategi yang akan dipakai dalam MEA. "Itu akan menjadi pedoman pemerintah, yang di dalamnya mengatur regulasi barang keluar dan masuk," katanya.

Darmansyah menuturkan ada semacam mitos yang berkembang di masyarakat jika nanti setelah diberlakukan MEA, barang-barang dari negara-negara Asean akan menyerbu pasar Indonesia. "Padahal Indonesia pun memiliki peluang yang sangat besar untuk menyerbu pasar Asean," kata dia.

"Awal 2016, sebanyak 480 juta pasar di luar sana terbuka bagi kita, jangan berpikir kita aja yang diserang, kitapun bisa menyerang, tergantung produk apa yang akan kita jual di pasar asean itu," kata Darmansjah.

Adanya liberisasi ekonomi di Asean, Darmansjah menuturkan, persaingan akan semakin tinggi dan efisiensi produk akan semakin besar karena jangkauan pasarnya sangat luas. "Ini merupakan hikmah dari liberalisasi MEA, kita harus balance, jangan terlalu pesimis tapi harus melihat sisi optimianya," kata dia

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Unpar, Bob S. Hadiwinata menyatakan sangat sulit bagi Indonesia jika MEA mulai diberlakukan. "Kecuali bertahap, saya kira indonesia akan bisa bertahan," kata dia.

Hadiwinata menuturkan, kebijakan MEA merupakan tiruan dari sistem ekonomi liberal Uni Eropa, yaitu perekonomian negara-negara Eropa di atur dalam satu pintu sistem ekonomi bersama. "Namun meski begitu tetap berbeda dengan negara-negara Uni Eropa yang mulai dari pasar bersama baru kemudian ke wilayah ekonomi bersama, sehingga telah siap seluruhnya," kata Hadiwinata.

"Asean itu kan organisasi yang diinisiasi oleh para pemimpin sehingga rakyat kecil ketika ditanya Asean itu apa cenderung tidak tahu karena tidak merasakan secara langsung manfaatnya, berbeda dengan Uni Eropa yang memang dirasakan langsung oleh rakyat kecil, seumpama panen gagal, petani disubsidi langsung oleh Uni Eropa," katanya.

Kesimpulan Isi Berita:
 Dari berita yang dijabarkan diatas, dapat saya simpulkan bahwa terjadi kecemasan di masyarakat. Yang bisa kita ambil contoh dari para pekerja kebun tebu membuat aksi penolakan pada pemerintah karena membebaskan peredaran gula impor di Indonesia. Kecemasan masyarakat indonesia dalam menghadapai MEA ( masyarakat ekonomi asean) karena masyarakat indonesia takut akan serbuan pasar luar negeri yang masuk ke indonesia. Sehingga bisa merugikan mereka akan produk dalam negri yang mungkin kurang banyak diminati di negara sendiri.

Analisis:
Dari berita diatas dapat kita ketahui bahwa MEA (masyarakat ekonomi asean) adalah kerjasama perdagangan bebas antar negara asia sehingga barang dari luar negeri lebih mudah masuk kedalam negara. Kalau menurut saya, saya sendiri juga kurang setuju akan adanya masyarakat ekonomi asean ini karena ada 2 kemungkinan : bisa membuat negara kita menjadi maju atau sebaliknya. Banyaknya barang impor yang masuk kedalam negri saja sudah merugikan pedagang lokal. Apalagi MEA nanti besar kemungkinan kapasitas barang produksi luar yang akan masuk kedalam negri pun semakin banyak lagi. Dan dari segi pendidikan pun kita lemah dan kalah saing dengan orang luar yang mencari kerja di indonesia. Tidak tertutup kemungkinan juga sumber daya alam yang kita punya akan dimiliki negara asing yang bisa berdampak rusaknya ekosistem di indonesia. Segi baiknya pun sebenarnya tidak kalah banyak kok, selain itu indonesia lebih mudah mencari pekerjaan keluar negri dan aksesnya pun menjadi mudah. Serta lebih mudah juga produk indonesia masuk ke luar negri dan tentunya dapat meningkatkan ekspor dari sebelumnya. Serta dapat meningkatkan defisit neraca perdangangan negara indonesia sendiri

Saran Dalam Masalah Tersebut:
Saran yang dapat saya berikan untuk masalah ini adalah. Harusnya pemerintah memberikan dana atau ajakan bagi para pengrajin atau pedangan produk lokal untuk memperbaiki standar mutu dari barang itu sendiri sehingga dapat mempunyai kualitas yang sama dengan barang impor. Serta menciptakan ide barang lokal yang kreatif dan inovatif lagi untuk menarik para pembeli asing. Yang kedua adalah pemerintah tiap daerah mengadakan perbaikan infrastruktur di tiap daerah agar memberikan kesan indonesia adalah negara yang rapi. Yang ketiga adalah menjaga sumber daya alam agar tidak di ekploitasi besar besaran oleh bangsa asing, tentu kita sendiri tidak mau bukan milik negara kita tetapi dikuasi negara asing?. Yang keempat yaitu memperbaiki sumber daya manusia sendiri, membimbing masyarakat indonesia untuk setidaknya wajib belajar sembilan tahun, dan memberikan pelatihan pelatihan pada seluruh lapisan masyarakat agar mempunyai bekal keterampilan untuk bersaing pada MEA nanti. Dan masih banyak lagi yang harus di rapihkan dari indonesia sendiri.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/02/18/090643592/Masyarakat-Ekonomi-Asean-Mitos-dan-Kecemasan


Demikian penjabaran saya tentang Masyarakat Ekonomi Asean. Sekian dan terima kasih.

Sabtu, 14 Maret 2015

Tugas Softskill Pendidikan Kewarganegaraan Tentang HAM

Pendahuluan:

REPUBLIKA.CO.ID, PONDOK AREN -- Seorang pelaku pembegalan tewas dihakimi massa, setelah gagal melancarkan aksinya di Jalan Masjid Baiturahim, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Selasa (24/2) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Sitompul mengatakan kejadian berawal ketika sekelompok pembegal yang terdiri dari empat orang, mencoba merampas motor Honda Beat bernopol B 6878 WHO, yang dikendarai WH (22).

"Pelaku yang berjumlah empat orang ini, ingin melakukan perampasan dengan melukai korban," katanya.
Para pelaku lalu mendekati korban dan meminta korban berhenti. Salah satu pelaku begal kemudian mengayunkan samurai yang ia bawa dan mengenai lengan kanan SA yang dibonceng WH.

SA kemudian melakukan perlawanan dengan memegang samurai salah satu pelaku tersebut. Hal ini menyebabkan pelaku bersamurai yang dibonceng dan pelaku lain yang mengendarai motor terjatuh. 

Saat salah satu pelaku yang jatuh berusaha menghidupkan motornya, korban berteriak meminta tolong. Para pelaku kemudian melarikan diri dengan sepeda motornya. Massa yang datang kemudian berusaha mengejar para pelaku dan salah satu pelaku, Mr. X, terjatuh. 

Mr. X kemudian dihakimi massa dengan dibakar hingga tewas sedangkan tiga pelaku lain berhasi kabur. Martinus menyatakan identitas pelaku yang tewas belum diketahui. Sebab korban tewas terbakar habis tanpa meninggalkan tanda pengenal. 

Untuk itu, kepolisian akan melakukan autopsi terhadap jasad pelaku unutk membantu penyelidikan. Martinus juga berharap ada sidik jari salah satu pelaku yang tertinggal di barang bukti berupa samurai yang kini diamankan kepolisian.
"Apabila ada masyarakat yang tahu bisa hubungi polisi," ujarnya.

Martinus menyesali adanya tindakan main hakim sendiri yang menyebabkan pelaku tewas. Ia mengimbau agar masyarakat bisa menyerahkan pelaku kejahatan ke pihak yang berwenang untuk diadili menurut hukum yang berlaku. Martinus menyatakan kepolisian juga akan menyelidiki siapa saja yang terlibat dalam insiden main hakim sendiri tersebut.

Martinus menyatakan kepolisian akan memeberi peringatan dan juga sanksi terhadap massa yang main hakim sendiri. Ia menyatakan tidak boleh dalam negara hukum ada pemberian sanksi semaunya. 
"Pemberian sanksi terhadap pelaku kejahatan harus sesuai dengan hukum yang berlaku," ucapnya.

Analisis dari berita tersebut:
Seharusnya masyarakat kita di era zaman yang semakin maju ini juga harus punya pemikiran yang maju. Apalagi menghakimi sampai meregang nyawa orang tersebut. Karena itu melanggar HAM serta melanggar hukum dan jika pihak keluarga tidak terima korban dihakimi hingga meregang nyawa, pelaku menghakimi massa ini bisa saja dituntut. Perbuatan membakar begal hidup-hidup itu sangat keji. Karena apapun masalah kriminal di indonesia bisa diselesaikan dengan jalur hukum karena Indonesia pun negara hukum. Karena orang tersebut juga mempunyai hak untuk hidup sama seperti kita. 
Coba saja bayangkan kalau kita ada di posisi keluarga korban, melihat saudara kita sendiri dibakar hidu-hidup. Jangankan mendengar melihatnya saja sudah nggak tega.

Kesimpulan dan Saran : Dari berita tersebut dapat saya simpulkan kalau korban begal bersama 3 orang temannya tersebut ingin merampas motor dari seorang wanita dan rekannya. Lalu karena samurai yang dipegang begal tersebut ditarik oleh si wanita. Korban begal dan rekannya pun terjatuh. 3 Temannya berhasil kabur sementara begal tersebut terjatuh dan akhirnya dihakimi masa. Begal tersebut dipukuli hingga babak belur lalu masa mengambil bensin dan membakarnya hidu-hidup. Saran saya untuk kasus ini adalah seharusnya masyarakat tidak main hakim sendiri untuk kasus seperti ini dan bawa kekantor polisi untuk menempuh jalur hukum. Karena tindakan ini melanggar hukum. Walaupun si wanita mengalami luka-luka, toh motor yang ingin dirampas pun tidak jadi dirampas. Jadi mengapa harus dibakar hidup-hidup? Tindakan itu sangat tidak manusiawi. Dan seharusnya polisi pun menegaskan kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dalam kasus seperti ini, kalau perlu dibentuk pidana supaya masyarakat tidak main hakim sendiri dan kejadian seperti ini tidak terulang kembali.


Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/15/02/24/nk9su8-pembegal-motor-tewas-dibakar-massa-di-pondok-aren

Sabtu, 03 Januari 2015

Koperasi Kredit Atau Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi Kredit Atau Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi Kredit didirikan untuk memberikan kesempatan kepada anggota-anggotanya memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan ongkos( bunga) yang ringan. Itulah sebabnya koperasi ini disebut koperasi kredit.
            Akan tetapi untuk dapat memberikan pinjaman atau kredit itu koperasi memerlukan modal. Modal koperasi yang utama adalah simpanan anggota sendiri. Dari uang dimpanan yang dikumpulkan bersama-sama itu akan diberikan pinjaman kepada anggota yang perlu dibantu. Oleh karena itu maka koperasi kredit lebih tepat disebut koperasi simpan pinjam.
Fungsi pinjaman didalam koperasi adalah sesuai dengan tujuan-tujuan koperasi pada umumnya, yaitu untuk memperbaiki kehidupan para anggotanya, misalnya:
a.    Dengan pinjaman itu seorang petani dapat membeli pupuk, benih unggul, pacul dan alat0-alat pertanain lainnya yang akan membantu meningkatkan hasil usaha taninya. Hal ini berarti akan membantu menaikkan pendapatannya. Pendapatan yang bertambah berarti memperbaiki kehidupannya.
b.    Dengan uang pinjaman makan nelayan akan dapat membeli jaring penangkap ikan yang baik sehingga diharapkan pendapatannya berubah.
c.    Dengan uang pinjaman maka seorang buruh atau karyawan akan dapat membeli barang yang tak dapat dibeli dari upah atau gajinya sebulan ( misalnya mesin jahit, radio, sepeda,motor dan lainnya). Dengan mengangsur pinjaman itu setiap bulan ia akan mmemiliki barang tersebut untuk perbaikan  hidupnya. Dengan cara itu pula ia dapat membeli barang-barang untuk keperluan anaknya, seperti buku, pakaian, buku-buku, sepeda dan sebagainya.
Jadi dapat disimpulkan pelayanan-pelayanan itu pengurus koperasi simpan pinjam selalu berusaha supaya ongkos atau bunga ditetapkan serendah mungkin agar dirasakan ringan oleh para anggotanya. Selain itu pengurus koperasi harus memperhatikan pula agar supaya pinjaman tersebut betul-betul digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Referensi :

·         Buku koperasi teori dan praktik – Arifin Sitio 

Koperasi Industri

Koperasi Industri
Ciri khas koperasi industri adalah bahwa industri yang banyak tampil dalam lingkungan ini adalah industri spesifik yang hidup dalam masyarakat seperti kerajinan. Maka ada kalanya orang juga menganggap bahwa koperasi industri juga koperasi kerjaninan dengan banyak ragam seperti: Koperasi pengrajin perak, koperasi pengrajin batik, koperasi pengrajin ukiran, koperasi pengrajin tenun.
Dalam berbagai bentuk keanggotaan:
-          Pengusaha kecil mandiri
-          Pengusaha kecil kelompok
-          Pengusaha rumah tangga yang berkelompok
Adapun yang mereka usahakan adalah:
-          Menyelenggarakan proses produksi mandiri
-          Penyediaan bahan baku
-          Mengurus pemasaran
-          Mengikuti pameran dan penjaringan pasar
-          Melakukan penyuluhan anggota
-          Menyediakan alat produksi secara kolektif
-          Mengorganisir kerja
-          Melakukan peminjaman modal usaha
Di tingkat atas kerja koperasi ini mendapat dukungan penuh dan amat terpadu sebab antara koperasi dan usaha kecil berada dalam satu departemen yang tekait. Jadi koperasi industri diharapkan tidak saja efektif kedalam arti menggalang dengan baik potensi anggota namun juga efektif keluar untuk menggalang potensi memasarkan produk anggota keluar sehingga mereka akan tumbuh dan berkembang. Disinilah kemampuan manajemen dari para pengelolanya berpengaruh.

Referensi :
·         Buku koperasi, menjawab kondisi ekonomi nasional – Muslimin Nasution
Ciri khas koperasi industri adalah bahwa industri yang banyak tampil dalam lingkungan ini adalah industri spesifik yang hidup dalam masyarakat seperti kerajinan. Maka ada kalanya orang juga menganggap bahwa koperasi industri juga koperasi kerjaninan dengan banyak ragam seperti: Koperasi pengrajin perak, koperasi pengrajin batik, koperasi pengrajin ukiran, koperasi pengrajin tenun.
Dalam berbagai bentuk keanggotaan:
-          Pengusaha kecil mandiri
-          Pengusaha kecil kelompok
-          Pengusaha rumah tangga yang berkelompok
Adapun yang mereka usahakan adalah:
-          Menyelenggarakan proses produksi mandiri
-          Penyediaan bahan baku
-          Mengurus pemasaran
-          Mengikuti pameran dan penjaringan pasar
-          Melakukan penyuluhan anggota
-          Menyediakan alat produksi secara kolektif
-          Mengorganisir kerja
-          Melakukan peminjaman modal usaha
Di tingkat atas kerja koperasi ini mendapat dukungan penuh dan amat terpadu sebab antara koperasi dan usaha kecil berada dalam satu departemen yang tekait. Jadi koperasi industri diharapkan tidak saja efektif kedalam arti menggalang dengan baik potensi anggota namun juga efektif keluar untuk menggalang potensi memasarkan produk anggota keluar sehingga mereka akan tumbuh dan berkembang. Disinilah kemampuan manajemen dari para pengelolanya berpengaruh.

Referensi :

·         Buku koperasi, menjawab kondisi ekonomi nasional – Muslimin Nasution

Koperasi Di Indonesia Dan Globalisasi Ekonomi

Koperasi Di Indonesia Dan Globalisasi Ekonomi
Sebagai bagian dari tatanan perekonomian dunia, indonesia yang menganut sistem ekonomi  terbuka telah memutuskan untuk bergabung dengan sistem pasar bebas. Komitmen mengenai hal itu dimanifestaskan dalam bentuk keikutsertaan indonesia dalam AFTA, APEC dan WTO. Hal ini menandakan perekonomian indonesia sedang memasuki sebuah babak baru, suatu babak yang didalamnya terdapat keterlibatan antar-negara di wilayah internasional tengah berlangsung dengan berbagai pengaruh atau dampak yang diakibatkannya. Konsekuensi logis dari keterbukaan, kebebasan, dan kerjasama internasional itu akan terasa pula di indonesia.
            Dalam hal ini, industri-industri di indonesia terutama industri kecil dan menengah bergabung dalam wadah koperasi, yang menjamin kualitas dan kontinuitas produknya sehingga memiliki daya kompetitif di pasar dunia. Prinsip yang mendasari koperasi, yakni prinsip demokrasi ekonomi adalah senjata yang sangat ampuh untuk mempertahankan diri dalam persaingan bebas itu.
            Namun sayang sekali ternyata dalam kebijakan pembangunan ekonomi indonesia selama ini justru menempatkan koperasi di posisi pinggiran. Hal ini dapat dibuktikan dengan kebijakan pelembagaan koperasi daalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat yang dilakukan dengan pola penitipan yaitu dengan menitipkan koperasi pada dua kegiatan ekonomi lainnya. Akibatnya, koperasi tidak dapat tubuh secara normal layaknya sebuah organisasi ekonomi yang kreatif, mandiri dan independen. Selain menghadapi hambatan akibat kebijakan pemerintah yang tidak adil, koperasi juga harus mengatasi masalah lain yang tak kalah berbahaya yaitu bertempur dengan perusahaan raksasa. Baik perusahaan lokal maupun Multi National Corporation (MNC).
Sementara dalam bentuk kemitraan, bukan persaingan yang dikembangkan dalam pola hubungan antara koperasi dengan perusahaan-perusahaan raksasa itu melainkan koperasi juga harus menghadapi ancaman kehilangan jati diri dan otonomi. Dalam bentuk kemitraan itu, koperasi hampir selalu harus mengikuti keinginan perusahaan sedangkan perusahaan itu sendiri terlalu kuat posisi tawaranya untuk sekedar menyesuaikan diri dengan kepentingan koperasi.
Oleh sebab itu, koperasi memerlukan “jurus” atau “kiat” khusus dalam menghadapi globalisasi ekonomi. Dengan penetapan jurus ini akan lebih mudah menangkal ancaman sekaligus peluang dari globalisasi ekonomi itu yang dapat dimanfaatkan oleh para anggota koperasi guna menentukan langkah-langkah pengembangan koperasinya. Seperti halnya koperasi produsen yang harus merubah strategi usahanya bahkan mungkin harus melakukan reorganisasi agar memiliki kompabilitas dengan tantangan yang dihadapi.

Hal ini memang agak sulit jika dilakukan oleh koperasi produksi yang bergerak diluar sektor pertanian, sebab segala sesuatunya akan sangat tergantung di posisi segmen pasar mana kegiatan koperasi berlangsung. Berlainan dengan koperasi produsen, koperasi kredit atau simpan pinjam terbukti mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk membangun segmentasi pasar yang kuat sebgaai akibat struktur pasar keuangan yang sangat tidak sempurna, terutama jika menyangkut masalah informasi . Bagi koperasi jenis ini, perdagangan yang makin terbuka dengan aliran modal yang makin bebas keluar masuk memang merupakan tantangan yang baru dalam pasar keuangan
            Namun, apabila koperasi mempunyai jaringan yang luas tantangan ini tidak perlu dirisaukan dan koperasi dapat “memagari” usahanya hanya unuk pelayanan anggota saja sehingga segmentasi ini akan sulit ditembus pesaing baru. Selain itu, globalisasi ekonomi juga memberikan peluang baru bagi koperasi-koperasi sejenis di negara-negara berkembang untuk mengadakan kerja sama dengan koperasi kredit di negara maju dalam membangun sistem perkreditan bersama.

Referensi :

Buku ekonomi koperasi  -prof Dr.Tiktik Sartika Partomo M.S